Sabtu, 19 Oktober 2013

Sex artinya apa?

Suatu pagi seorang anak yang baru masuk sekolah dasar bertanya kepada ayahnya, “Yah… ayah… sex itu apa sih, yah…?”
Terperanjat si ayah mendengar pertanyaan si Upik. Terbayang dia tentang arus modern zaman sekarang yang membuat manusia berpikiran terbuka, termasuk anak yang masih kecil.
Sesuai dengan konsep pendidikan seks yang sedang hangat dibicarakan, mulailah si ayah mencari-cari jawaban yang sesuai dengan umur dan harapan anaknya yang ia harapkan tak mau tertinggal dalam arus pendidikan modern.
Maka si ayah pun mulai memberikan jawaban dengan mengkiaskan kumbang dan bunga, telur yang yang menetas berudu dan kemudian menjadi katak, hujan serta benih yang berkembang menjadi tunas, diikuti dengan pembentukan bayi dalam kandungan.
Sebelum mengakhiri semua jawaban itu, si ayah menyelipkan juga kisah percintaan antara ia dan mamanya sejak dari zaman sekolah menengah hingga sampai kelahiran seorang bayi comel yaitu si anak yang bertanya itu. Tiba-tiba si anak menangis terisak-isak. Si ayah keheranan.
“Eh kenapa nak…?”
Si ayah bertanya keheranan. Tetapi si anak masih tetap menangis.
“Jawabanya panjang amat… hu… hu… hu, terus di mana tempat untuk nulis jawabannya? Ayah aja deh yang nulis jawabannya!!! Hu… hu… hu…”
Si Upik lantas menyerahkan buku latihan Bahasa Ingris yang pada muka
depannya tertulis…

Sama pikirannya

Seorang pria pergi ke psikolog dan berkata, "Dok, aku punya masalah yang sebenarnya, aku tidak bisa berhenti memikirkan hubungan seks."

Psikolog mengatakan, "Nah mari kita lihat apa yang bisa kita temukan", dan mengeluarkan bercak tintanya.


"Gambar apa ini?" dia bertanya. Pria itu ternyata membalik gambarnya kemudian mengubahnya sekitar dan berkata, "Itu seorang pria dan seorang wanita berhubungan seks."


Psikolog mengatakan, "Sangat menarik," dan menunjukkan gambar berikutnya. "Dan gambar apa ini?"


Pria itu melihat dan ternyata dalam sisi yang berbeda dan mengatakan, "Itu seorang pria dan seorang wanita berhubungan seks."


Psikolog mencoba lagi dengan noda tinta ketiga, dan bertanya pertanyaan yang sama, "Gambar apa ini?"


Pasien memutarnya ke arah lain dan menjawab, "Itu seorang pria dan seorang wanita berhubungan seks."


Psikolog menyatakan, "Ya, Anda tampaknya terobsesi dengan hubungan seks."


"Saya?!!" teriak pasien, "Andalah yang terus menunjukkan kepada saya gambar-gambar jorok!"